Jangan Panik Dulu, Ini Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Ketika memasuki masa trimester kedua, akan lebih banyak keputihan yang muncul. Cairan ini semakin meningkat ketika masuk trimester ketiga. Kenapa hal ini bisa terjadi? Alasannya adalah karena waktu tersebut semakin banyak darah yang mengalir ke leher rahim. Selama keputihan saat hamil masih berwarna bening, tidak berbau, atau terasa perih, hal tersebut masih tergolong kondisi normal.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Tetapi, biasanya ada juga kondisi ketika keputihan memiliki tanda yang tidak normal. Jika hal itu terjadi, tidak perlu panik. Coba lakukan beberapa cara berikut ini.

Mengatasi Keputihan Saat Hamil

  1. Mengenakan panty liner

Cara yang pertama untuk mengatasi keputihan ketika hamil adalah dengan mengenakan panty liner. Panty liner lebih bisa menyerap cairan keputihan yang berlebih. Selain itu, panty liner juga dapat membuat ibu hamil merasa lebih nyaman. Karena sedang hamil, usahakan untuk memilih panty liner yang tidak mengandung pengharum dan segera mengganti jika sudah terasa lembab.

  1. Mandi teratur

Cara ini sangat mudah untuk dilakukan. Menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mencegah bakteri yang rawan menyebabkan infeksi pada vagina. Oleh sebab itu, jangan pernah mengabaikan jadwal mandi. Biasakan untuk mandi setiap pagi dan sore hari. Akan lebih baik jika ditambah mandi di malam hari menggunakan air hangat untuk mendapatkan rasa nyaman.

  1. Menyiapkan celana dalam cadangan

Selanjutnya, usahakan untuk selalu menyiapkan celana dalam cadangan. Hal ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila celana dalam yang sedang dipakai terasa lembap dapat segera diganti. Ketika celana dalam sudah terasa lembap dan tidak segera diganti, maka hal ini akan berisiko berkembangnya bakteri yang dapat menginfeksi vagina.

  1. Menyiapkan tisu

Selain menyiapkan celana dalam, sebaiknya tidak lupa untuk menyiapkan tisu juga. Tisu ini digunakan untuk membersihkan vagina. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah gunakan tisu yang memiliki pH yang aman dan tidak mengandung alkohol atau bahan kimia lainnya. Hal ini agar tidak meningkatkan risiko terkena infeksi.

  1. Menghindari toilet kotor

Toilet kotor rawan terdapat kuman dan bakteri yang mampu menyebabkan infeksi. Sebisa mungkin hindari toilet yang kotor. Kotor yang dimaksud di sini bisa berupa air yang kotor atau alat-alatnya yang kotor. Jika masih memungkinkan untuk menahan sejenak, carilah toilet dengan kebersihan yang lebih terjamin, tidak masalah jika itu harus membayar uang kebersihan.

  1. Membiasakan gaya hidup sehat

Hal terakhir yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil adalah dengan membiasakan gaya hidup sehat. Anda harus makan secara teratur, rajin menjaga kebersihan, dan melakukan aktivitas yang cukup. Banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang sehat bisa menjadi salah satu cara agar dapat terhindar dari berbagai masalah keputihan saat hamil.

Semoga dengan melakukan cara di atas, keputihan ketika hamil dapat teratasi dan terus mendapatkan kesehatan hingga masa kelahiran tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *