Perawatan, Jenis-Jenis, dan Cara Mencegah Plasenta Previa

November 12, 2019

Plasenta merupakan organ yang hanya terbentuk ketika memasuki masa kehamilan. Plasenta terhubung dengan janin melalui tali pusar ibu hamil. Fungsi dari plasenta adalah untuk menyalurkan nutrisi kepada janin dan juga membuang sisa metabolisme janin. Namun, ada kasus yang cukup berbahaya yang bisa mengenai organ ini, yakni plasenta previa.

Plasenta previa merupakan kondisi di mana plasenta melekat di bagian bawah rahim dan menutupi jalan lahir janin. Pada kondisi ini, sangat tidak dimungkinkan untuk melahirkan secara normal.

Cara Mencegah Plasenta Previa

Jenis-Jenis Plasenta Previa

Ada tiga jenis dari plasenta previa, yakni plasenta previa lateralis, plasenta previa parsialis, dan plasenta previa totalis. Plasenta previa lateralis merupakan kondisi plasenta yang melekat di dekat leher rahim namun tidak sampai menutup jalan lahir, plasenta previa parsialis adalah ketika plasenta menutup sebagian jalan lahir, dan plasenta previa totalis ketika menutup keseluruhan jalan lahir.

Sebenarnya ada satu jenis lagi dari plasenta previa, yakni plasenta previa low-lying. Kondisi tersebut ketika plasenta berada beberapa senti dari jalan lahir sehingga masih memungkinkan untuk melahirkan secara normal.

Perawatan Terhadap Plasenta Previa

  1. Perawatan Konservatif

Perawatan konservatif merupakan perawatan yang memiliki tujuan untuk mempertahankan kehamilan sampai batas maksimal usia kehamilan. Untuk melakukan perawatan konservatis, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni pendarahan sedikit, usia kehamilan belum terlalu tua, dan jarak dengan rumah sakit cukup dekat.

Perawatan konservatif dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara-cara tersebut antara lain memberikan hematinik guna mengatasi anemia, mengistirahatkan sang ibu, memberi antibiotik, memberi tokolitik guna mengurangi kontraksi uterus, dan melakukan USG. Jika dalam waktu 3 hari tidak terjadi pendarahan, maka pasien bisa diperbolehkan pulang.

  1. Persalinan Pervaginam

Persalinan pervaginam merupakan tindakan melahirkan janin menggunakan cara persalinan normal. Persalinan ini dilakukan pada kasus plasenta previa marginalis dan plasenta previ lateralis. Syarat untuk melakukan persalinan ini adalah ketika janin yang dikandung telah mati, terjadi banyak pendarahan, dan kehamilan yang sudah cukup bulan.

  1. Persalinan Perabdominal

Persalinan perabdominal merupakan tindakan melahirkan janin menggunakan cara operasi sesar. Tindakan ini dilakukan pada beberapa kondisi, antara lain pendarahan banyak dan tak kunjung berhenti, plasenta previa totalis, ibu hamil dengan struktur panggul sempit, dan presentassi janin tidak normal.

Cara Mencegah Plasenta Previa

Ibu hamil sangat disarankan untuk memeriksakan kandungan secara rutin. Hal ini dikarenakan plasenta previa bisa didiagnosis melalui ultrasound. Biasanya dokter kandungan akan melakukan kombinasi antara ultrasound transvaginal dan ultrasound abdomen. Pada beberapa kasus yang pernah terjadi, plasenta previa bisa terdeteksi saat pemeriksaan USG pada trisemester kedua.

Sebenarnya ibu hamil yang mengalami kondisi plasenta previa masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Yang perlu diingat, ibu hamil tersebut harus tetap menjaga kondisi tubuh dan tidak mengeluarkan tenaga berlebihan. Selain itu, ibu hamil juga harus menjaga agar tidak terjadi kontraksi karena ketika terjadi kontraksi, akan ada plasenta yang ikut keluar saat pendarahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+