Bagaimana Cara Mengatasi Hidrosefalus?

Hidrosefalus
Sumber: hellosehat.com

Pernahkah kamu mendengar tentang hidrosefalus? Nama ini mungkin tidak begitu familiar, namun mungkin kamu pernah atau bahkan sering melihat kasus ini. Pernahkah kamu melihat anak kecil dengan kepala yang ukurannya melebihi normal? Nah, ini merupakan salah satu tanda seorang anak menderita penyakit ini. Tentunya ini adalah penyakit yang harus dihindari dan kamu tentunya harus tahu bagaimana cara mengatasi hidrosefalus jika anak atau keluargamu menderita penyakit ini. Menurut hellosehat.com hidrosefalus adalah kondisi yang ditandai dengan ukuran kepala bayi yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalan rongga ventrikel otak. Dilansir dari halodoc.com pengertian hidrosefalus adalah kondisi saat terjadinya penumpukan cairan berlebihan di dalam otak. Hidrosefalus terjadi ketika produksi dan penyerapan cairan otak yang tidak seimbang sehingga timbullah pembengkakan. Menurut alodokter.com hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Bagi bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala menjadi besar. Sedangkan pada orang dewasa, penyakit ini akan menyebabkan timbulnya rasa sakit kepala yang sangat hebat. Sekitar dua dari seribu bayi yang lahir di dunia mengalami penyakit jenis ini. Di Indonesia sendiri, kasus dari penyakit ini dapat mencapai empat perseribu kelahiran. Lalu apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi? Dan bagaimana pula cara mengatasi hidrosefalus ini?

Sebelum mengetahui cara mengatasi hidrosefalus, kamu harus tahu penyebab dan gejala yang dialami oleh penderitanya. Apa sajakah penyebabnya? Hidrosefalus disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan di dalam otak. Sebagai akibatnya, cairan di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan dalam kepala meningkat. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti produksi cairan otak yang lebih cepat diabding penyerapannya, penyakit atau adanya cedera pada otak yang mempengaruhi penyerapan cairan otak dan aliran cairan otak yang tersumbat. Lalu apa saja gejalanya? Hidrosefalus dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada otak dan rongga kepala anak. Gejala penyakit ini pada bayi yang baru lahir adalah perubahan cepat lingkar kepala, munculnya benjolan lunak tidak normal di bagian atas kepala, mudah rewel, menolak makan, otot melemah dan pertumbuhan terhambat. Sedangkan gejala pada anak-anak adalah sakit kepala, perubahan pada struktur wajah, penglihatan menjadi kabur atau mata juling mudah mengantuk dan susah makan serta mengalami gangguan pada kemampuan kognitif.

Sebagian besar kasus hidrosefalus pada anak terjadi sejak lahir. Selain itu terdapat beberapa kondisi yang memperbesar peluang terjadinya hidrosefalus pada bayi baru lahir seperti adanya pendarahan di dalam vertrikel otak yang memicu kemungkinan bayi prematur, sistem saraf pusat tidak berkembang dengan normal hingga menghangi aliran cairan serebrospinal, dan ibu yang mengalami infeksi yang menyerang rahim selama masa kehamilannya, hingga timbul peradangan di jaringan otak janin.

Lalu bagaimana cara mengatasi hidrosefalus ini? kamu dapat mengatasinya dengan cara menurunkan risiko hidrosefalus pada anak. Ini adalah penyakit yan tidak dapat dicegah, namun dapat diturunkan risiko penyakitnya. Apa saja faktor risikonya? Faktor risikonya adalah cedera pada kepala yang mengenai otak, infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang, tumbuh tumor di otak atau sumsum tulang belakang, operasi kepala atau pendarahan di pembuluh darah otak. Dengan menurunkan risiko dari timbulnya penyakit ini, setidaknya kamu dapat menurunkan risiko anak menderita penyakit ini. Pada masa kehamilan, berkonsultasilah pada dokter untuk pencegahan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *